Apa itu GMV dan Pentingnya untuk Investor

  • Dec 25, 2021
Apa itu GMV

Apa itu GMV? Pertanyaan seperti ini mungkin menjadi hal yang wajar dilontarkan oleh mereka yang baru saja merintis bisnis startup. Sebagai sebuah perusahaan rintisan, startup memang terus menerus berjuang serta berinovasi agar dapat memperoleh penghasilan. Salah satu metrik keuangan yang mereka gunakan adalah GMV.

GMV menjadi sebuah istilah finansial yang penting diketahui oleh founder atau CEO agar dapat melakukan klasifikasi valuasi startup tersebut. GMV menjadi sebuah tolak ukur di dalam startup. Pada dasarnya, GMV bukan pendapatan. Karena, tidak semua transaksi yang dilakukan menggunakan aplikasi langsung masuk dalam kantong startup tersebut.

Inilah alasan mengapa startup tidak dapat mengandalkan GMV saja untuk sumber pemasukan. GMV biasanya digunakan oleh startup bidang e-commerce agar dapat mengukur pertumbuhan bisnis.

Cara Sederhana Perhitungan GMV

Setelah mengetahui apa itu GMV, hal lain yang harus kamu ketahui adalah cara menghitungnya. Untuk menghitung GMV, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Rumus yang paling sederhana adalah menghitung harga jual dikalikan dengan jumlah barang yang terjual.

Sehingga, jika penjual mampu menjual 50 item dengan harga masing-masing Rp 2.000.000, berarti GMV yang diperoleh sebesar Rp 100.000.000.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan GMV

Bila dilihat dari penjelasan awal, dapat dikatakan bila GMV menjadi salah satu ceruk pemasukan yang menguntungkan untuk startup. Namun meskipun demikian, startup tidak boleh hanya mengandalkan metric ini.

Dengan GMV, startup bisa mengetahui besarnya jumlah barang yang terjual serta pendapatan yang dimilikinya, namun pada akhirnya GMV adalah sesuatu yang belum mendetail serta tidak memberi nilai sebenarnya dri barang tersebut atau jumlah keuntungan bisnis.

Hal ini disebabkan karena ada berbagai macam biaya serta pengeluaran lain seperti produksi, iklan dan lainnya yang tentu saja tidak diperhitungkan dengan baik di dalam GMV.

Namun, meskipun dengan menggunakan GMV kamu bisa mengetahui pertumbuhan startup yang kamu miliki, metrik ini juga tidak menunjukkan total keuntungan bersih dari barang yang kamu jual. Oleh sebab itu akan lebih baik menjadikan perhitungan GMV sebagai perkiraan mentah.

Kamu bisa menjadikannya sebagai perhitungan perkiraan mentah untuk memprediksi besarnya keuntungan sebenarnya. Tidak ada salahnya menggunakan GMV, namun kamu juga harus mempertimbangkan menggunakan metrik keuangan lain agar memperoleh gambaran yang akurat.

Pentingnya Perhitungan GMV untuk Investor

Perlu diketahui, startup merupakan sebuah bisnis yang ingin memecahkan sebuah permasalahan dengan sistem yang belum bisa dibuktikan keberhasilannya. Sistem atau cara tersebut juga belum digunakan banyak orang sehingga kemungkinan untuk gagal cukup besar.

Namun, di sisi lain, peluang startup menjadi sukses juga terbuka lebar. Lantas, mengapa banyak investor yang ingin meletakkan dana yang dimiliki di sebuah bisnis dengan keberhasilan yang masih ambigu? Tentu saja untuk prospek jangka panjang.

Investor juga tidak sembarangan meletakkan dananya untuk semua startup, namun investor akan mengalisis startup dengan potensi yang baik untuk berkembang mulai dari sisi ukuran dan pendapatan.

Hingga akhirnya di kemudian hari, startup yang telah di danai menjadi sebuah perusahaan yang sukses, maju dan menguntungkan. Lantas, adakah kaitannya dengan GMV?

GMV digunakan untuk mengetahui pertumbuhan startup. Ketika data GMV memberikan hasil yang positif nantinya IRR atau Internal Rate of Return serta ROI atau Return on Investment akan mengalami peningkatan. Inilah yang disukai oleh investor.

Bagaimana jika GMV belum menunjukkan tanda adanya pertumbuhan? Jika hal tersebut terjadi, investor akan berharap nantinya startup bisa mendatangkan banyak keuntungan dan menghasilkan return. Jadi, ternyata apa itu GMV menjadi hal yang penting diketahui bukan?