Mengenal Skema Ponzi Dalam Berinvestasi

  • Aug 17, 2021
skema ponzi

Berbicara soal berita ekonomi dan bisnis terkini memang selalu menarik untuk dibahas. Ya, terang saja demikian, sebab hal itu sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup umat manusia.

Pada dasarnya, dalam dunia investasi itu setiap orangnya pasti selalu berharap untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai harapan. Akan tetapi, saat kita hendak memutuskan untuk menanamkan modal, maka ada baiknya memahami dulu mengenai investasi agar tidak terjerat dalam skema Ponzi. Lantas, apa yang dimaksud dengan skema Ponzi?

Pengertian Skema Ponzi

Menurut informasi yang didapat, skema Ponzi ini merupakan sebuah modus investasi bodong alias palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang pribadinya, atau dari uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya.

Dengan kata lain, pembayaran Skema Ponzi dalam berinvestasi itu bukan dari keuntungan yang didapat oleh individu ataupun organisasi yang menjalakan operasi tersebut. Adapun orang yang pertama kali menciptakan Skema Ponzi, yakni bernama Charles Ponzi yang berasal dari Negara Italia pada tahun 1920 silam lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu, Skema Ponzi ini pun terus berkembang ke berbagai belahan negara termasuk juga Indonesia. Skema Ponzi masuk ke Negara Indonesia pada tahun 1990an. Nah, berikut di bawah ini ada beberapa contoh perusahaan di Indonesia yang menawarkan investasi dengan mengusung Skema Ponzi seperti berikut :

  1. PT. Qurnia Subur Alam Raya (QSAR)
  2. Golden Traders Indonesia (GTI) Syariah
  3. Virgin Gold Mining Corporation (VGMC)
  4. First Travel Anugerah karya Wisata
  5. Abu Tours
  6. Manusia Membantu Manusia (MMM)
  7. Pandawa Group
  8. MeMiles

Tips Agar Terhindar Dari Skema Ponzi

Untuk menghindari jebakan pada modus investasi Skema Ponzi tersebut, tentu saja kita harus mempunyai kecermatan dalam mencari informasi serta ketelitian untuk memilih jenis dan perusahaan investasi.

Namun pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang mudah tergoda dengan investasi bodong, karena telah diiming-imingi pengembalian atau bagi hasil yang cukup tinggi. Ironisnya lagi, para korban pun sama sekali tidak melakukan pengecekan terlebih dulu mengenai kredibilitas dan legalitas dari perusahaan investasi terkait.

Dengan alih-alih ingin mendapatkan keuntungan yang besar, justru kita malah mengalami kerugian finansial karena statusnya telah menjadi korban penipuan lho! Mengingat akan hal itu, sudah semestinya bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri dari perusahaan investasi dengan Skema Ponzi tersebut.

Lantas, seperti apakah ciri-cirinya? Adapun mengenai beberapa ciri dari investasi dengan Skema Ponzi yang harus kamu ketahui seperti di bawah ini :

  • Menawarkan keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat tanpa adanya risiko
  • Proses bisnis investasi yang tidak jelas (salah satunya seperti investasi kebun pohon jati)
  • Biasanya produk investasi tersebut miliki perusahaan luar negeri
  • Staf penjualan akan mendapatkan komisi dalam merekrut orang lain untuk bergabung
  • Apabila investor ingin menarik kembali uangnya, maka mereka akan langsung menggoda dengan investasi penghasilan yang jauh lebih tinggi
  • Pengembalian selalu macet ditengah-tengah.

Agar terhindar dari penipuan berkedok investasi, maka tips jitu yang harus kita lakukan adalah berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang sudah terpercaya seperti berikut :

  1. PT. Schorder Investment Management Indonesia
  2. PT Manulife Investments Indonesia
  3. PT Bahana TCW Investments Partners
  4. PT Eastpring Investments Indonesia
  5. PT BNP Paribas Investments Partners
  6. PT Mandiri Manajemen Investasi
  7. PT Danareksa Investments Management
  8. PT BNI Asset Management
  9. PT CIMB Principal Asset Management