Shalat Sunnah Sebelum Subuh Dan Keutamaannya Yang Lebih Baik Dari Dunia Dan Seisinya

  • Aug 08, 2021
shalat sunnah

Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat-Nya untuk mengerjakan sholat sunnah sebelum subuh atau qobliyah subuh. Dua rakaat sholat sunnah sebelum subuh ini nilainya lebih baik dibandingkan dengan jagad seisinya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :

“Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia seisinya.”

Meski begitu, hal yang perlu diperhatikan juga yaitu anjuran untuk tidak berlama – lama dalam sholat dua rakaat ini, mengingat statusnya sebagai shalat sunnah sebelum subuh.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang shalat sunnah sebelum subuh dan keutamaannya, simak ulasan dibawah ini :

  1. Bacaan Niat Shalat Sunnah Sebelum Subuh

Niat adalah landasan dasar dalam menjalankan setiap aktivitas. Begitu pun dengan shalat sunnah sebelum subuh yang bisa Anda lafalkan sesuai dengan bacaan dibawah ini.

Syaikh Nawawi Al Batani dalam kitabnya Nihayatuz Zain menyebutkan ada tiga macam niat sholat sunnah sebelum subuh yang bisa dilafalkan, yaitu :

  • Bacaan Pertama

“Ushalli sunnatal fajri rok’ataini ad’an lillahi ta’ala.”

Artinya : “Saya niat shalat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Kedua

“Ushalli sunnatal barodi rok’ataini ada’an lillahi ta’ala”

Artinya : “Saya niat shalat sunnah barad dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Ketiga

“Usholli sunnatas shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.”

Artinya : “Saya niat shalat sunnah subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Alllah Ta’ala.”

Kemudian ada alasan untuk tidak berlama – lama dalam mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh mengikuti Rasulullah SAW yang cukup membaca surat Al – Kafirun dalam rakaat pertama (setelah Al – Fatihah) dan Al – Ikhlas (Setelah Al – Fatihah) pada rakaat kedua. Atau membaca Alam Nasyrakh (surat Al – Insyirakh) pada rakaat pertama, dan Alam Taro (Surah Al – Fiil) pada rakaat kedua.

Secara praktis, disebut juga dalam Nihayatuz Zain adanya anjuran untuk membaca wirid khusus setelah dua rakaat sambil menunggu shalat subuh. Bacaan tersebut yaitu Ya Hayyu ya Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta” sebanyak 40 kali. Surat Al – Ikhlas sebanyak 11 kali, surat Al – Falaq sebanyak 1 kali, dan surat An – Naas sebanyak 1 kali. Baca juga Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘adhmin, astaghfirullah sebanyak 100 kali.

  1. Lebih Baik Dari Dunia Dan Seisinya

Keutamaan pertama mengerjakan shalat sunnah ini adalah kebaikannya yang lebih baik dari dunia dan seisinya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutaaman luar biasa dari shalat sunnah sebelum subuh.

“Seandainya mereka mengetahui keutamaan yang ada pada sholat isya dan sholat subuh, tentu mereka akan mendatanginya sambil merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Mengikuti Teladan Rasulullah

Keutamaan kedua mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh adalah sebagai usaha dalam mengikuti teladan dari seorang Rasulullah. Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita agar senantiasa menjaga rutinitas dalam mengerjakan shalat qobliyah subuh.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat subuh. Sebelum shalat subuh dimulai, beliau dahului dengan dua rakaat ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Menutup Kekurangan Shalat Wajib

Keutamaan kerjakan shalat sunnah sebelum subuh selanjutnya adalah untuk menutup kekurangan ketika mengerjakan shalat wajib. Sebagai manusia, kita tentunya selalu memiliki kekurangan. Begitu pun ketika mengerjakan ibadah shalat fardhu. Tidak jarang shalat yang kita kerjakan pun terdapat kekurangan di bagian – bagian tertentu.

Karena itu, untuk menutupi kekurangan tersebut, dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah. Nabi SAW bersabda :

“Sesungguhnya amalan manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah sholat mereka. Tuhan kita jalla wa ‘azza berfirman kepada para malaikat-Nya, padahal Dia lebih mengetahui : ‘Periksalah shalat hamba-Ku ! Sempurnakah atau kurang? Jika sholatnya sempurna, maka dicatatlah ia sempurna baginya’. Dan jika terdapat sesuatu kekurangan padanya, Tuhan berfirman : ‘Periksalah, apakah hamba-Ku mempunyai amalan shalat sunah?’ Jika Dia mempunyai amalan sholat sunah, Tuhan berfirman : ‘Sempurnakanlah sholat fardhu hamba-Ku dengan shalat sunahnya.’ Kemudian diperhitungkan amalan – amalan dengan cara demikian.” (HR. Abu Daud).