3 Tips Penting Maksimalkan Harga Jual Sapi Potong

Apabila anda mempunyai sapi yang dibesarkan sejak kecil ataupun peternakan sapi dan anda ingin menjual sapi tersebut. Walaupun anda harus melepaskan sapi kesayangan anda demi kepentingan yang lebih baik, namun mungkin anda tidak tahu cara untuk menilai harga sapi yang anda pelihara semenjak kecil. Oleh karena itu, secara umum untuk menilai harga jual sapi dapat diketahui oleh sebagian besar masyarakat dengan cara melihat karakteristik yang dimiliki oleh sapi tersebut, seperti: letak pusaran bulu, ekor, bentuk tubuh sapi, model tanduk sapi, dan kondisi fisik.

Apabila dinilai dari warna binatang ternak sapi, maka akan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Hitam yang biasanya dihargai kisaran 10 – 20 juta
  2. Balian/ aduan yang dihargai hingga kisaran 20 – 50 juta
  3. Belang/ Bonga yang dimana warna kulitnya setengah albino dan memiliki badan yang kekar seperti banteng tetapi memiliki belang seperti sapi dan berbulu sehingga membuat harga sapi ini mencapai hingga 100 juta per ekor.

Selain menilai dari warna kulit, harga sapi dapat juga dinilai dari tanduknya:

  1. Tanduk tarangga adalah tanduk sapi yang menjulang keluar dan membentuk setengah lingkaran dan biasanya dimiliki oleh sapi jantan dan jenis yang sangat kuat.
  2. Tanduk pampang adalah tanduk yang menjulang ke luar, melebar dan cenderung panjang yang biasanya dimiliki oleh ternak sapi balian.
  3. Tanduk soko adalah tanduk yang tanduknya mengarah kebawah dan hampir bertemu dengan leher, dan jika memiliki warna yang unik maka nilainya akan menjadi lebih mahal.
  4. Tanduk sikki adalah tanduk yang hampir mirip dengan tanduk tarangga, namun perbedaannya adalah tanduknya yang cenderung merapat bahkan hampir bertemu satu sama lain.
  5. Tanduk Tekken Langi adalah tanduk yang menjulang berlawanan arah, dengan arah yang satu ke atas, dan yang satu ke bawah.

Ternak sapi dapat dinilai juga dinilai dengan melihat kondisi fisik yang baik, yang berarti sapi tersebut terlihat segar, sehat, tidak lesu, aktif, dan pertumbuhan normal atau tidak cacat sehingga dapat dikategorikan sapi yang berkualitas, contohnya adalah:

  1. Badan kommpak (proporsional)
    Rangka tubuh terlihat kokoh, lebar, dan tidak terlihat kurus.
  2. Tubuh panjang dan tinggi tubuh bagian belakang dan depan yang biasanya sama.
  3. Memiliki dada yang lebar sehingga saat pertumbuhan atau penggemukan dapat terisi cukup banyak atau maksimal.
  4. Memiliki mata yang bersinar, bulu pendek dan kering serta responsive terhadap lingkungan.
  5. Memiliki perut yang kecil namun pantat yang lebar.
  6. Mempunyai kaki yang kuat dengan tulang kaki yang berukuran besar yang dipakai untuk menopang berat badan sapi pada saat pertumbuhan
  7. Memiliki bentuk kaki yang normal lurus dan sejajar apalagi berbentuk X atau O.
  8. Tubuh sapi yang tidak terlalu kurus ataupun terlalu gemuk.

Adapun jenis – jenis sapi potong sebagai berikut:

Terdapat banyak jenis sapi potong yang ada digunakan di Indonesia yang berasal dari jenis sapi lokal, impor dan hasil persilangan:

  1. Sapi Ongole
    Ciri khas yang dimiliki sapi ini adalah dengan warna kulit yang berwarna putih, dan kepala cenderung mendekati abu- abu yang lebih gelap, memiliki tubuh yang agak panjang, lehernya pendek, dan kaki panjang. Sapi ini berasal dari india dan mudah beradaptasi di iklim tropis yang membuat sapi ini diminati oleh banyak pelaku usaha bisnis sapi potong. Sapi ini mencapai tahap dewasa pada usia 4 sampai dengan 5 tahun, dan karena pertumbuhannya yang lambat, seringkali sapi ini disilangkan dengan sapi lainnya.
  2. Sapi Bali
    Ciri khas yang dimiliki sapi ini adalah warna kulitnya yang berwarna kulit, namun dengan bertambahnya usia, maka warna tubuhnya akan berubah menjadi semakin gelap dan memiliki tekstur daging yang lembut dengan memiliki sedikit lemak. Sapi ini cocok diternakan di dataran yang rendah seperti daerah Bali, sehingga banyak pelaku usaha sapi potong menggunakan sapi bali.
  3. Sapi Madura
    Ciri khas yang dimiliki oleh sapi Madura adalah dengan punuknya , Walaupun pertumbuhan berat badan sapi ini tergolong lama, namun tetap menguntungkan dalam bisnis peternakan sapi.
  4. Sapi Impor
    Semakin berkembangnya teknologi yang berada di Indonesia juga, memungkinkan untuk sapi – sapi impor dari luar negeri untuk diternakan di Indonesia. Sapi impor juga memiliki keunggulan dalam ukuran tubuh yang cenderung lebih besar dari sapi lokal. Beberapa sapi – sapi impor yang terkenal adalah sapi limosin dari peranis, sapi simental dari swiss, sapi brahman dari india, dan sapi aberdeen angus dari skotlandia.

Seperti yang dikutip oleh Ir. Didiek Purwanto, IPU., mengatakan bahwa Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan daging nasional karena tidak di seimbangkan dengan produksi lokal. Hal ini disebabkan karena masih adanya masalah selisih antara permintaan dan penawaran yang semakin tinggi, pembangunan negara yang tidak jelas alurnya, timbulnya ego di daerah yang memiliki otonomi daerah, dan belum adanya perubahan dalam pola beternak. Apalagi dengan adanya pandemi saat ini, dan seperti pada akhir tahun kemarin yang membuat daya beli rupiah yang turun secara signifikan, serta membuat harga jual sapi ikut menurun secara drastis.

Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha sapi potong, sebaiknya anda mempertimbangkan beberapa tips berikut ini, agar dapat mengantisipasi harga jual sapi apabila harganya menurun, sehingga anda tetap dapat merawat sapi anda dengan baik sampai menunggu waktu yang tepat agar anda dapat memaksimalkan harga jual sapi potong anda dengan cara berikut ini:

  1. Menetapkan modal awal dan membuat kandang sapi
    Mempunyai peternakan sapi pastinya membutuhkan modal yang besar, namun jangan takut, karena apabila anda dapat merawat sapi anda dengan baik maka keuntungan yang dapat anda peroleh pun akan berkali – kali lipat juga. Setelah menghitung jumlah modal yang anda perlukan, anda juga perlu membuat kandang untuk sapi anda dan yang terpenting adalah agar sapi anda terhindar dari segala macam cuaca yang buruk.
  2. Memilih bibit atau bakalan sapi
    Pemilihan bakalan sapi juga sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan sapi terutama pada bobotnya. Bibit sapi yang baik harus memiliki ciri – ciri seperti berikut ini:
    – Badan dan kepala sapi seimbang, leher sapi kekar dan tulang punggung lurus sejajar, dan tidak bengkok
    – Umur sekitar 2 -3 tahun, dan usia bibit juga tidak terlalu bagus apabila terlalu muda maupun terlalu tua
    – Pilihlah sapi jantan karena berpotensi memiliki bobot yang lebih berat dari sapi betina
    – Tidak cacat
    – Berat minimal 200 kg
    – Pilih bulu sapi yang pendek, tidak berminyak, halus, cerah dan tidak kusam
    – Memiliki muka yang panjang dan mata bersinar
    – Tidak memiliki lender di hidungnya, jika ada berpotensi memiliki masalah dalam pernafasannya
    – Kuku sapi tidak panas saat disentuh, cek ekor sapi dan dubur apakah ada gejala diare atau tidak.
  3. Memberi pakan dan melakukan perawatan
    Pemberian pakan merupakan suatu hal yang sangat penting karena hal tersebut membantu proses pertumbuhan sapi. Untuk membantu pertumbuhan sapi dengan cepat, kombinasikan pakan hijauan dengan pakan yang mengandung konsentrat seperti kulit nanas, bekatul, ampas tahu, dan kulit kacang kedelai. Serta jangan lupa untuk selalu membersihkan kandang agar tetap bersih dan terhindar dari berbagai virus dan penyakit yang menular sapi.

Itulah tips yang dapat anda terapkan apabila anda ingin memaksimalkan harga jual sapi potong. Selain itu juga memperhatikan kualitas perawatan untuk setiap ternak sapi agar hasilnya lebih maksimal dan bagus. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.

 

Leave a Reply