Kenali Kriteria Orang yang Bisa Mendapatkan Layanan Rapid Test Corona

Salah satu prosedur pengujian untuk mengetahui apakah seseorang terkena corona atau tidak adalah dengan menggunakan metode rapid test corona. Metode ini memiliki keuntungan dari segi kecepatan keluarnya hasil. Bahkan hasil pengujian dengan metode rapid test diklaim sudah dapat keluar dalam jangka waktu 10 menit saja. Meski begitu, metode ini tetap memiliki kelemahan terutama dari segi rendahnya akurasi hasil.

Pengertian Rapid Test

Ketika tubuh terserang oleh virus Corona, maka tubuh secara otomatis akan memproduksi antibody yang disebut dengan IgG dan IgM. Namun, meski pembentukan antibody terjadi secara alami, pembentukan antibody tetap membutuhkan waktu yakni selama beberapa minggu. Ketika antibody telah terbentuk dan orang tersebut dites melalui metode rapid test, maka rapid test akan menunjukkan hasil positif jika mendeteksi keberadaan antibody ini.

Oleh karenanya, pemeriksaan melalui metode rapid test tidaklah digunakan untuk menentukan apakah seseorang positif terserang virus Corona atau tidak. Pemeriksaan rapid test ini hanya berfungsi sebagai penyaring awal untuk memisahkan antara mereka yang memiliki kemungkinan positif dengan negatif.

Sementara itu, tes yang memiliki keakuratan tinggi untuk mendiagnosis COVID-19 adalah PCR atau polymerase chain reaction. Tes PCR ini dapat mendeteksi keberadaan dari virus Corona dalam tubuh bukan antibodinya sehingga jauh lebih akurat.

Pada prosedur pemeriksaan menggunakan metode rapid test, maka sampel yang diambil adalah darah dari ujung jari. Selanjutnya darah diteteskan di alat rapid test dan diberikan cairan penanda antibody. Apabila positif, maka akan terbentuk tanda pada alat. Sayangnya alat ini bisa memberikan hasil yang salah yang mana orang dengan virus Corona terdeteksi negatif karena antibody belum terbentuk.

Orang yang Bisa Mendapatkan Rapid Test Corona

Sejauh ini, jumlah alat yang tersedia di dalam negeri untuk bisa melakukan rapid test masih terbatas. Oleh karenanya tes hanya akan diberikan kepada mereka yang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular wabah COVID-19. Berikut adalah daftar orang yang bisa mendapatkan tes:

  • Riwayat Kontak dengan PDP

PDP atau Pasien Dalam Pengawasan adalah mereka yang memiliki gejala sama dengan penyakit COVID-19 namun masih menunggu hasil swab laboratorium. Mereka ini memiliki kemungkinan besar mengalami penyakit COVID-19. Oleh karenanya setiap orang yang memiliki riwayat kontak dengan PDP, baik itu keluarga dan orang terdekat harus menjalani rapid test.

Gejala yang dialami oleh PDP meliputi demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius serta memiliki gejala masalah pernapasan. Orang tersebut mungkin sesak napas dan juga batuk serta biasanya memiliki riwayat perjalanan dari daerah epidemic.

  • Orang Dalam Pengawasan (ODP)

Orang Dalam Pengawasan adalah mereka yang memiliki riwayat kontak baik dengan pasien positif COVID-19 ataupun PDP. Mereka ini juga memiliki riwayat perjalanan dari daerah episentrum COVID-19 namun tidak menunjukkan gejala COVID-19. Selain diwajibkan karantina diri, ODP juga bisa mendapatkan rapid test.

  • Petugas Kesehatan dan Profesi dengan Interaksi Sosial Tinggi

Petugas kesehatan adalah kelompok profesi yang sangat berhak untuk mendapatkan rapid test. Pasalnya, mereka memiliki risiko tertular paling tinggi karena berinteraksi langsung dengan pasien COVID-19. Selain petugas kesehatan, kelompok lain yang berhak mendapat rapid test adalah profesi dengan interaksi tinggi seperti polisi, TNI, petugas di pintu perbatasan, dan pejabat publik.

Selain rapid test corona untuk melakukan penyaringan, Halodoc juga menyelenggarakan tes secara online agar masyarakat lebih mudah membedakan gejala COVID-19 dengan risikonya. Dengan diadakannya tes online ini, banyak masyarakat yang terbantu untuk membedakan gejala penyakitnya dengan COVID-19. Halodoc sendiri adalah platform kesehatan yang menyajikan informasi terpercaya mengenai kesehatan, hingga layanan konsultasi dokter.

 

Leave a Reply