Pentingnya Diagnosis Infertilitas Pada Pria

Infertilitas disebut juga kemandulan atau ketidakmampuan seseorang untuk bereproduksi dan memiliki keturunan. Tidak hanya berlaku untuk perempuan, kemandulan juga dapat terjadi pada pria. Kondisi kemandulan dapat terjadi memang bawaan sejak lahir, ataupun karena kondisi kesehatan yang menyebakan kesehatan organ reproduksi terganggu. Itulah mengapa penting sekali pengobatan infertilitas pria maupun wanita

Beberapa hal yang akan dilakukan untuk melakukan diagnosis infertitas pria adalah sebagai berikut;

1. Anamnesis

Adalah pemeriksaan rekam medis dimana riwayat penyakit anda akan ditelusuri. Tidak hanya diri anda, riwayat penyakit kerabat terdekat anda juga akan ditelusuri. Hal ini dilakukan dalam diagnosis infertilitas karena banyak khasus kemandulan karena riwayat penyakit seseorang.

2. Pemeriksaan fisik

Tahapan diagnosis inferilitas selanjutnya adalah pemeriksaan fisik. Dilakukan untuk mendapatkan gambaran apakah ada kelainan pada organ reproduksi maupun organ di sekitar alat reproduksi pria. Biasanya dilakukan dengan menggunakan alat pemindai. Bisa juga kelainan pada bagian tubuh lain yang berpengaruh pada ferilitas.

3. Uji laboratorium

Tahapan diagnosis infertilitas atau kemandulan berikutnya adalah pengujian sampel sperma dan semen pasien. Akan dilakukan perbandingan jumlah sel sperma dengan cairan semen. Kemudian akan dilakukan pengamatan keaktifan sperma dan sebagainya

Ketiga uji atau tes diatas wajib dilakukan pada diagnosis fertilitas pria agar didapat hasil yang akurat. Hasil akan menentukan metode atau treatment apa yang akan dilakukan selanjutnya. Karena akan berpengaruh pada jenis pengobatan infertilitas yang dipilih.

Ada berbagai macam dan jenis pengobatan infertilitas. Pemilihan tergantung pada kondisi dan kebutuhan. Apabila kelainan dikarenakan gaya hidup maka bisa dilakukan terapi tertentu dan konsumsi obat. Namun apabila infertilitas karena suatu penyakit kronis seperti kanker, maka dapat dilakukan pengawetan sperma yang masih sehat.

Pengawetan sperma dilakukan sebelum organ reproduksi benar-benar infertil atau tidak subur. Sperma yang masih sehat akan diambil dan dibekukan. Metode ini sudah banyak dilakukan dan di Indonesia juga sudah bisa dilakukan di rumah sakit tertentu. Serta masih banyak metode pengobatan infertilitas yang lain.

 

Leave a Reply