Demam Pada Bayi? Mungkin Ini Penyebabnya!

Panik tentunya saat akan dirasakan oleh orang tua saat terjadi demam pada bayiPikiran Anda pun jadi tidak menentu karena hal itu. Pada kondisi tersebut yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri dan mencari tahu bagaimana solusinya. Jangan terlalu dini memvonis penyakit yang bayi derita. Gunakan thermometer untuk mengecek kondisi suhunya, jika suhunya mencapai 37 derajat atau lebih. Baru Anda menindaklanjutinya. Bagaimana jika tidak ada alat pengukur demam? Tenang, hal itu dapat dikenali melalui gejalanya. Tubuh bayi akan terasa sangat panas tidak seperti biasanya. Kemudian tidak berhenti menangis, merupakan tanda yang bisa diperhatikan tanpa memerlukan bantuan.

Anda yang menduga jika demam itu penyakit, tidaklah benar. Demam merupakan reaksi dari tubuh yang berasal dari sistem imun yang sedang melawan virus atau bakteri. Benda-benda asing tersebut hendak menyerang tubuh. Kontak yang terjadi tersebut menyebabkan badan terasa panas, lemas, dan tidak mampu bergerak. Demam dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika berkelanjutan lebih dari tiga hari bahkan seminggu. Segera bawa ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi penyebab demam yang terjadi pada setiap usia agak berbeda.

Berikut ini ada beberapa penyebab demam yang terjadi pada seorang bayi. Simak berikut ini alasannya:

  • Virus yang ada di udara yang tidak sehat dihirup oleh bayi sehingga menyebabkan tubuhnya mengalami demam.
  • Ada juga virus yang sangat berbahaya yang dapat menyerang bayi yaitu demam berdarah. Waspada jika bayi mengalami panas yang naik turun selama seminggu.
  • Bakteri yang tanpa disadari masuk ke tubuh sehingga membuat sistem imun bekerja keras menghalunya, timbullah reaksi badan menjadi panas.
  • Sirkulasi udara yang terpapar oleh polusi juga menjadi penyebab terjadinya demam pada bayi.

Tubuh seorang bayi memang sangat rentan terhadap berbagi virus dan bakteri yang berada di udara. Anda juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Jauhkan juga bayi dari orang-orang yang merokok. Jangan biarkan debu masuk dan dihirup anak Anda. Hal itu bisa berbahaya untuk saluran pernafasannya. Saat tubuhnya panas kompres menggunakan air daun sirih. Usap di atas kepalanya dan juga bagian lainnya. Ganti bajunya yang nyaman di badan. Gunakan air hangat untuk memandikannya.

Demam yang terjadi pada bayi biasanya tidak hanya panas saja. Ada beberapa reaksi lain yang terjadi. Hal tersebut seperti pilek, mata berair. Jika muncul gejala lainnya seperti ruam kemerahan. Sesak nafas sampai berbunyi, kemudian tidak berhenti menangis. Segera bawa bayi Anda ke dokter. Cek kondisinya jika memang dalam kurun waktu yang lama belum juga ada tanda-tanda sembuh. Apalagi sudah memberinya obat-obatan yang sesuai dosisnya, tetapi tidak ada reaksi. Penanganan yang serius diperlukan jika kondisi panasnya sudah tidak bisa diobati dengan cara biasa.

Cara mengatasi demam pada bayi memang beragam. Anda yang tidak ingin langsung pergi ke dokter bisa menggunakan cara alami seperti daun sirih tadi. Tindakan terburu-buru untuk membawanya ke dokter juga tidak terlalu bagus. Anda bisa Tunggu hingga tiga hari lebih, jika tidak ada perubahan baru membawanya ke dokter. Namun, jangan remehkan juga saat anak anda demam, karena hal itu bisa saja sebuah isyarat dari penyakit lain. Penyakit berbahaya juga awalnya timbul dari demam. Jika bayi demam setelah melakukan imunisasi juga ada dua kemungkinan. Bisa saja hal itu merupakan reaksi tubuh yang biasa. Akan tetapi tetap juga harus waspada, bisa saja terjadinya kesalahan sehingga menyebabkan polio yang mengakibatkan cacat seumur hidup.

 

Leave a Reply