Waspadai Gejala Difteri yang Muncul Secara Tidak Terduga

, , Leave a comment

Ilustrasi Sakit Difteri pada Anak

Difteri merupakan infeksi yang biasanya menyerang selaput lendir di hidung serta tenggorokan. Penyakit difteri merupakan penyakit menular dan berpotensi mengancam jiwa. Sayangnya, tidak banyak orang yang peka terhadap gejala difteri https://www.generasimaju.co.id/kenali-penyebab-dan-gejala-difteri-pada-anak, sehingga saat dibawa ke rumah sakit, pasien berada dalam kondisi yang sudah parah. Difteri merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan cara imunisasi. Bahkan, imunisasi ini merupakan salah satu imunisasi wajib yang harus dilakukan. Imunisasi ini dikombinasikan dengan batuk rejan serta tetanus, dan sering disebut dengan DTP.

Penyebab Penyakit Difteri
Disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae, penyebaran penyakit ini bisa terjadi dengan sangat mudah, apalagi bagi mereka yang tidak memperoleh vaksin. Ada beberapa penularan yang harus Anda waspadai, seperti:

  • Sentuhan langsung luka borok yang disebabkan oleh difteri di kulit. Penularan sentuhan ini biasanya terjadi pada penderita yang berada di lingkungan padat penduduk serta tidak terjaga kebersihannya.
  • Barang yang telah terkontaminasi bakteri. Barang-barang yang terkontaminasi bakteri ini seperti handuk dan mainan.
  • Terhirup percikan ludah penderita. Ketika penderita batuk, percikan ludah bisa saja keluar, hal tersebut adalah cara penularan yang sangat umum.

Bakteri pada difteri akan menghasilkan racun dan membunuh sel sehat dalam tenggorokan, sehingga menjadi sel mati. Sel mati inilah yang membentuk membran. Selain itu, racun yang dihasilkan berpotensi menyebar di aliran darah serta merusak ginjal, jantung, hingga sistem saraf. Kadang, gejala difteri sama sekali tidak terlihat, sehingga penderita tidak mengetahui bila dirinya sudah terinfeksi.

Gejala Difteri
Difteri biasanya mempunyai masa inkubasi sejak bakteri masuk dalam tubuh, dan gejala muncul 2 sampai 5 hari setelah bakteri tersebut masuk. Gejala penyakit ini seperti:

  • Pilek. Awalnya pilek ini seperti biasa, awalnya cair, namun semakin lama kental dan bercampur darah,
  • Badan terasa lelah dan lemas,
  • Terdapat pembengkakan pada kelenjar limfa di daerah leher,
  • Sukar bernapas,
  • Sakit pada bagian tenggorokan dan suara lebih serak,
  • Badan terasa menggigil dan demam,
  • Terbentuk lapisan tipis berwarna abu-abu di tenggorokan serta bagian amandel.

Jika Anda atau buah hati menunjukkan gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter, karena penyakit difteri harus diobati secepat mungkin agar tidak terjadi komplikasi.

Diagnosis
Setelah mengetahui gejala difteri, hal lain yang harus Anda ketahui adalah diagnosis penyakit. Pada saat pemeriksaan, biasanya dokter menanyakan beberapa hal mengenai gejala yang dialami oleh pasien, selain itu akan dilakukan uji lab dengan mengambil sampel lendir dari tenggorokan dan hidung.
Jika pasien diduga terkena difteri, dokter akan mulai melakukan pengobatan.

Pengobatan Penyakit Difteri
Nantinya, langkah pengobatan yang dilakukan ialah pemberian 2 jenis obat yakni antitoksin dan antibiotik, antitoksin diberikan agar menetralisir racun yang menyebar di dalam tubuh. Sebelum memberikan obat ini, dokter akan mengecek, apakah pasien memiliki alergi terhadap obat ini atau tidak. Bila terjadi reaksi alergi, dokter akan memberi antitoksin dengan dosis lebih rendah.

Sedangkan, obat antibiotik diberikan agar bakteri dapat dibunuh serta menyembuhkan infeksi. Dosisnya bergantung dari tingkat keparahan, dan lama pasien mengidap penyakit ini. Penderita diperkenankan keluar dari ruang isolasi setelah mengkonsumsi antibiotik selama 2 hari lamanya. Namun, sangat penting untuk menyelesaikan konsumsi antibiotik selama 2 minggu. Kemudian penderita akan diperiksa ke laboratorium untuk melihat ada atau tidaknya bakteri dalam aliran darah. Bila bakteri masih ditemukan, dokter akan terus melanjutkan penggunaan obat.

 

Leave a Reply