Tips Membangun Komunikasi di Dalam Keluarga untuk Mencegah Konflik

, , Leave a comment

Perbedaan di dalam sebuah keluarga lumrah adanya, mulai dari yang mendasar seperti keyakinan dan bersifat prinsipal; hingga perbedaan ide atau pandangan. Berbagai bentuk perbedaan tersebut kadang-kadang melahirkan konflik yang menyebabkan hubungan dan komunikasi keluarga jadi terganggu. Padahal, menjaga keharmonisan di dalam sebuah keluarga sangat penting agar keluarga tetap bisa berfungsi sebagai lingkungan yang mengayomi dan sumber kasih sayang.

Agar perbedaan tidak menjadi bibit perpecahan, maka kita harus mulai belajar menerimanya. Dengan begitu, kualitas komunikasi dan hubungan antara anggota keluarga akan meningkat dan menjadi lebih sehat. Semakin besar tingkat toleransi yang ada, maka akan semakin minim resiko terjadinya konflik.

Beberapa tips membangun komunikasi keluarga berikut ini bisa Anda coba, agar Anda memiliki keluarga yang harmonis serta penuh cinta dan kasih sayang.

  • Setiap orang harus menyadari bahwa perbedaan itu pasti ada. Selain kepada diri sendiri, orang tua juga harus menanamkan bahwa ‘perbedaan pada diri setiap orang itu pasti selalu ada’ kepada anggota keluarga yang lain. Sehingga, anggota keluarga bisa menerima kenyataan dan menyadari perbedaan di antara mereka, baik itu sifat, karakter, ide, hobi, keinginan, keyakinan, dan lain-lain.
  • Menerima perbedaan. Setelah menyadari bahwa ‘perbedaan itu pasti ada,’ selanjutnya setiap anggota keluarga harus mau berkompromi dengan kenyataan. Sehingga, mereka pun akan bisa menerima perbedaan yang ada di antara mereka. Menyadari adanya perbedaan dan menerima adanya perbedaan adalah 2 kunci utama dalam membangun toleransi.
  • Perbanyak quality time. Beberapa tahun belakangan ini, waktu yang berkualitas di dalam sebuah keluarga semakin jarang bisa ditemukan. Hal tersebut karena beberapa faktor, di antaranya adalah orang tua sibuk bekerja, anak sibuk sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler (kursus), hingga faktor gadget/smartphone. Menciptakan waktu yang berkualitas–yang bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi akan sangat penting. Dengan sering berdiskusi, berbagai perbedaan dan kesalahpahaman yang selama ini mungkin tumbuh di antara anggota keluarga akan bisa sedikit lebih mencair.

Tips membangun komunikasi di dalam sebuah keluarga yang penuh perbedaan selanjutnya adalah dengan mencoba mengubah diri sendiri. Dalam kebanyakan kasus konflik yang terjadi dalam anggota keluarga biasanya disebabkan karena keinginan salah satu anggota keluarga untuk melihat anggota keluarga yang lain berubah; namun dirinya tidak mencoba untuk berubah. Sehingga muncullah kecemburuan sosial. Satu contoh, apabila seorang ayah berusaha melarang/menasehati anaknya agar tidak merokok namun ia sendiri tetap merokok dengan berbagai alasan.

 

Leave a Reply