Cara Membuat Tinta atau Pewarna Organik untuk Baju Batik

, , Leave a comment

Anda hobi membatik? Tinta atau pewarna yang digunakan untuk batik sekarang ini rata-rata diproduksi di pabrik, alias berbahan dasar kimia. Tetapi jika Anda ingin menggunakan tinta atau pewarna batik yang ramah lingkungan, Anda bisa mencoba membuatnya sendiri. Yuk, kita mengenal bahan-bahan dan cara pembuatannya.

Manfaat menggunakan tinta atau pewarna batik organik

Selain ramah lingkungan, tinta atau pewarna berbahan alami juga memiliki manfaat-manfaat lain, di antaranya:
• Mempermudah Anda dalam proses pembersihan setelahnya. Karena Anda menggunakan bahan organik, yang Anda kenakan ketika membatik pun jadi lebih mudah.
• Warna-warnanya unik. Memang warna tinta atau pewarna batik buatan sendiri tidak semencolok yang berbahan kimia, tapi Anda akan mendapatkan warna-warna pastel yang tidak bisa ditemui di tempat lain.
• Anda bisa menggunakan sisa bahan-bahan yang telah dipakai untuk membuat kompos.
• Lebih aman untuk kesehatan. Pewarna atau tinta yang dibuat dari bahan kimia mengandung racun yang bisa terhirup atau tertelan, apalagi jika Anda punya anak kecil di rumah.

Bahan-bahan yang Anda butuhkan
• Bahan pewarna/dasar: Anda bisa menggunakan tumbuhan, kulit kayu, daun, buah, atau bunga apa saja untuk warna yang Anda inginkan. Misalnya, gunakan kunyit untuk warna kuning cerah, buah bit untuk warna merah dan buah manggis untuk warna ungu. Jangan takut untuk bereksperimen!
• Air untuk merebus bahan pewarna. Rasio bahan dasar dengan air adalah 1:10.
• Panci untuk merebus bahan. Karena pigmen bahan akan menempel di wadah rebusan, gunakan panci bekas atau yang khusus untuk proyek-proyek kerajinan semacam ini.

Langkah-langkah pembuatan
1. Potong-potong bahan dasar, lalu keringkan di bawah sinar matahari atau biarkan agak membusuk.
2. Rebus bahan pewarna di dalam panci hingga mendidih. Ingatlah menggunakan rasio yang kami berikan di atas, misalnya 1 kilo bahan direbus dalam 10 liter air.
3. Setelah air mendidih, rebus dengan api kecil hingga air berkurang separuhnya. Kalau air sudah berubah warna, itu tandanya pigmen bahan pewarna sudah keluar.
4. Matikan api, kemudian saring dengan kain kasa. Diamkan hasil saringan selama minimal semalaman. Semakin lama Anda mendiamkan tinta/pewarna, semakin pekat warnanya. Jadi intensitas warna tergantung pada keinginan Anda.
5. Gunakan dalam proyek kain batik berwarna organik Anda.

Cara membuatnya sangat mudah bukan? Saran kami, pilih bahan-bahan dengan warna pekat. Contoh bahan-bahan yang lazim digunakan (selain yang tertera di atas) adalah: kulit jengkol untuk warna cokelat, daun indigo untuk warna biru, kulit kayu angsana untuk warna merah, dan daun mangga untuk warna hijau.

Tinta atau pewarna ini tidak hanya bisa digunakan untuk membatik, tetapi juga untuk mewarnai kaus atau baju berbahan lain. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan beberapa warna untuk menghasilkan warna baru. Gunakan imajinasi Anda seluas-luasnya!

Perhatikan pula agar getah bahan atau tetesan tinta/pewarna tidak menempel di baju atau lantai tempat Anda mengerjakan proyek Anda. Meskipun noda dari bahan alami tidak sebandel noda bahan kimia, Anda sebaiknya mengetahui cara menghilangkan noda tinta yang sudah kering di baju sebelumnya. Selamat berkarya!

 

Leave a Reply