Panduan Membeli Mainan Bayi

, , Leave a comment

Bayi dan anak-anak sudah pasti sangat suka bermain dengan kita (orangtua) dan teman-temannya. Tapi segera, setelah mereka mulai berimajinasi, mereka akan mulai menunjukkan minat terhadap berbagai bentuk dan jenis mainan. Namun sebagai orangtua, kita perlu sedikit lebih selektif dalam memilih bentuk maupun jenis mainan yang akan diberikan kepada anak. Kita tidak boleh hanya membelikan dan memberikan anak-anak mainan berdasarkan tren.

Sesuatu yang terlihat lucu dan menarik, atau yang mungkin akan disukai oleh anak kita, belum tentu cocok bagi mereka. Bahkan, mainan-mainan yang tampaknya sederhana bisa jadi cukup berbahaya di tangan anak-anak. Itulah sebabnya mengapa kita harus tahu dan teliti dalam membeli mainan. Mainan-mainan yang bagus umumnya dijual dengan label usia.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya patuhi saja label yang tertera pada mainan tersebut. Jika Anda tertarik untuk membelikan anak-anak mainan, berikut adalah panduan membeli mainan untuk bayi yang sebaiknya Anda perhatikan.

Mainan yang cocok untuk bayi usia 0-1 tahun

Ngomong-ngomong soal mainan bayi, yang paling cocok untuk mereka adalah: mainan-mainan yang bisa melatih berbagai indra mereka, mulai dari indra penglihatan, peraba, penciuman, pendengaran, dan berbagai mainan lainnya yang bisa memancing perkembangan motorik halus maupun kasarnya.

Ketika membeli mainan untuk bayi, hindari mainan yang kira-kira bisa muat di mulutnya, karena bayi memang suka banget memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut mereka, sehingga berpotensi tersedak.

Mainan yang ideal untuk mereka berukuran antara 8 Minutes 14 inci. Mainan-mainan tersebut selain mudah untuk dipegang, juga mudah terlihat.

Mainan yang cocok untuk balita

Balita berusia 2 tahun ke atas umumnya mulai tertarik dengan mainan yang sering mereka lihat di televisi atau di dunia nyata. Jika mereka sering melihat film kartun dengan adegan perang-perangan, kemungkinan besar mereka akan tertarik membeli mainan seperti pistol-pistolan atau tembak-tembakan.

Berbagai jenis mainan untuk anak-anak, walaupun terlihat aman, nyatanya, sebagian besar mainan tersebut justru berbahaya untuk mereka. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindarilah membeli mainan yang bisa menimbulkan cedera bagi sang anak atau temannya.

Jika Anda tidak punya waktu, atau kesulitan untuk mengawasi anak-anak ketika bermain, berikut adalah beberapa aturan untuk mainan anak yang sebaiknya Anda ingat.

  • Hindari membelikan anak mainan yang tajam dan keras
  • Hindari membelikan anak mainan dengan peluru walaupun terbuat dari karet atau plastik
  • Jangan berikan anak-anak kembang api atau petasan
  • Mainan berukuran kecil juga sebaiknya tidak diberikan kepada balita karena beresiko tertelan dan menyebabkan anak tersedak. Untuk anak usia di atas 3 tahun, mainan yang cocok untuk mereka harus berdiameter 1,75 inci ke atas.

Perhatikan bahan kimia yang terdapat di dalam berbagai jenis mainan

Selain berbicara bentuk dan ukuran, kita juga harus memperhatikan bahan dasar yang digunakan untuk membuat mainan. Hindari mainan-mainan yang tidak mencantumkan bahan dasar pembuatannya. Karena beberapa mainan, dibuat dengan bahan kimia berbahaya yang dapat mengancam kesehatan anak. Karena seperti yang kita tahu, anak-anak sangat suka memasukkan apapun ke dalam mulut mereka termasuk mainan.

 

Leave a Reply