Tips Merawat Bayi untuk Ibu Baru

Kita semua pasti sepakat, bayi yang baru lahir harus dirawat secara hati-hati, telaten, dan penuh kasih sayang. Karena bayi yang baru lahir belum memiliki imun tubuh sekuat orang dewasa. Bahkan, menurut ahli kesehatan, imun tubuh anak, hingga mereka berusia 16 tahun masih rentan terhadap berbagai macam penyakit. Sehingga, tidak heran apabila ahli kesehatan selalu menganjurkan kita untuk mencuci tangan hingga bersih serta menggunakan air mengalir dan sabun sebelum menyentuh bayi.

Bahkan di rumah sakit, biasanya disediakan hand sanitizer untuk menjaga agar bayi tidak mudah terkontaminasi bakteri, kuman, dan berbagai macam sumber penyakit lainnya.

Jadi, belajar bagaimana cara merawat bayi yang baik dan benar perlu untuk dilakukan oleh setiap calon ibu. Mulai dari:

Tips mengangkat bayi

Bagi ibu baru, kegiatan mengangkat bayi bisa jadi lumayan bikin dag dig dug karena memang belum terbiasa.

Mengangkat bayi, cara paling sederhana dan yang dianjurkan adalah: pertama, susupkan tangan kiri ke bawah leher bagian belakang bayi (tengkuk). Kemudian tangan yang sebelahnya susupkan kebagian bokong dengan arah berlawanan. Lalu angkat secara perlahan. Dekap bayi di dada sambil ditopang dengan lengan sebelah kiri.

Memandikan bayi

Memandikan bayi jika tidak terbiasa terasa sulit. Akan tetapi, kegiatan ini sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan.

Seperti biasa, sebelum memandikan bayi kita akan mempersiapkan segala sesuatu berupa perlengkapan mandi untuk bayi, mulai dari: shampo bayi, sabun, handuk, dan bath tab berisi air.

Air yang digunakan untuk memandikan bayi tidak harus air hangat. Walau demikian, air hangat suam-suam kuku adalah yang dianjurkan.

Jika semuanya sudah siap, perlahan turunkan bayi dan masukkan ke dalam air dengan bokong terlebih dahulu hingga menyentuh permukaan bath tab. Pegang tengkuk bayi dengan tangan kiri agar tetap berada di atas permukaan air.

Secara lembut usapkan air mulai dari kepala, wajah, dan dada serta usap seluruh tubuhnya.

Jangan lupa memperhatikan daerah-daerah lipatan seperti di belakang lutut, pantat, sela-sela paha, ketiak, serta leher.

Saat membasuh kepala bayi dengan air, pastikan wajah bayi menghadap ke atas sehingga tetesan air tidak akan mengganggunya.

Setelah itu angkat bayi dan keringkan dengan menggunakan handuk. Caranya, handuk bisa digelar di atas tempat tidur kemudian letakkan bayi di atas handuk tersebut. Kemudian perlahan keringkan tubuh bayi.

Cara mengganti popok

Jika menggunakan popok sekali pakai, tentu akan lebih mudah jika popok yang dipilih adalah popok yang menggunakan perekat. Ini sangat cocok untuk bayi yang baru lahir. Sedangkan jika bayi lebih kuat, misalnya berusia 6 bulan ke atas, bayi bisa diberikan popok berbentuk celana.

Cara mengganti popok bayi, buka terlebih dahulu perekatnya, atau jika menggunakan popok celana, robeklah bagian samping kiri dan kanannya.

Setelah itu pegang kedua pergelangan kaki bayi untuk mengangkat pinggulnya agar popok bisa ditarik.

Dengan cara yang sama, pasangkan popok yang baru.

Itulah sedikit tips merawat bayi yang semoga bisa membantu tanda, ibu-ibu baru atau calon ibu yang akan segera punya bayi.