Progress Industri Manufaktur di Indonesia (BKPM)

  • Aug 17, 2016
industri manufaktur

Di Indonesia, lembaga yang bertugas untuk merumuskan kebijakan pemerintah dalam bidang penanaman modal dilakukan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal atau yang Biasa disingkat dengan BKPM. Dalam istilah asing, BKPM dikenal dengan nama Investment Coordinating Board. Ini adalah salah satu lembaga pemerintahan non-departemen yang ada di Indonesia. Saat ini, jika mengacu pada Kabinet Kerja Jilid 2 yang dikukuhkan pada tanggal 27 Juli tahun 2016, Badan Koordinasi Penanaman Modal ini dipimpin oleh Thomas Trikasih Lembong yang sebelumnya dikenal sebagai Menteri Perdagangan.

Lembaga ini (BKPM) diciptakan untuk mengkoordinasi penanaman modal antara instansi pemerintah dengan Bank Indonesia dan pemerintah daerah. Selain itu, badan ini juga dimaksudkan sebagai payung hukum bagi para investor.

Dengan adanya jaminan yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal tentu akan membuat para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia menjadi lebih nyaman. Karena BKPM sudah diamanatkan sebagai badan advokasi bagi para investor di dalam negeri.

Pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia BKPM terus menggeliat dan tidak hanya menguasai pasar lokal, melainkan juga sudah mulai tumbuh dan berkembang hingga ke pasar International.
Diantara beberapa contoh perusahaan manufaktur yang cukup besar di Indonesia antara lain: Holcim Indonesia Tbk, Indocement Tunggal Prakasa Tbk, Semen Indonesia yang sebelumnya memiliki nama Semen Gresik, Intikeramik Alamasri Industri Tbk, Betonjaya Manunggal Tbk, dan beberapa perusahaan manufaktur yang cukup kita kenal diantaranya adalah: Indofood, Garuda Foods, Mayora, Wings, Dua Kelinci, UltraJaya, dan lain-lain yang merupakan industri manufaktur yang berasal dari Indonesia dan banyak menguasai pasar dunia.

Khusus untuk industri makanan dan minuman, di Indonesia sendiri pertumbuhannya sangat pesat dan bahkan tercatat 2 kali lipat. Tentu saja pertumbuhan yang sedemikian pesaat tersebut merupakan modal bagi Indonesia untuk bisa bersaing di ASEAN Economic Community.

Tidak hanya industri makanan dan minuman, namun Indonesia juga memiliki industri yang tumbuh pesat di bidang otomotif mesin dan elektronika. Begitu juga dengan industri kayu dan kertas. Kedua-duanya sangat menjanjikan dan bahkan Indonesia dikenal sebagai salah satu pengekspor pulp.

Disebutkan bahwa, industri kayu dan industri kertas di Indonesia pertumbuhannya selalu positif mengingat industri ini juga didorong oleh pertumbuhan industri makanan, tekstil, dan lain-lain, karena kertas selalu dibutuhkan untuk kebutuhan packing.

Khusus di Pulau Jawa, Industri Kayu saat ini berkembang dengan sangat pesat terutama dengan adanya budidaya kayu sengon yang diolah menjadi hardboard dan plywood. Melihat pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia yang sedemikian pesat, rasanya sudah cukup untuk menarik minat bagi siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia terutama di bidang industri manufaktur.