Keseharian Freelancer yang Kerja di Rumah

kemeja fashion

Menjadi seorang freelancer memang menyenangkan. Bayangkan saja, kamu tidak harus pergi ke kantor untuk mencari nafkah. Kamu cukup bangun tidur, pegang laptop, nyalain, lalu lihat to do list untuk bekerja. Begitu juga kalau ada kebutuhan pakaian juga beli secara online tanpa harus repot keluar rumah di toko fashion pria online, MatahariMall. Namun faktanya, tidak semudah dan menyenangkan yang dibayangkan. Menjadi freelancer punya suka duka tersendiri. Berikut ini adalah gambaran keseharian freelancer yang sudah saya alami sekitar 4 tahunan ini.

Bangun Tidur, Langsung Cek Email

Freelancer sangat erat kaitannya dengan email. Mengapa begitu? Tentu saja karena segala pekerjaan biasanya dikendalikan dan diintruksikan melalui email. Berbagai penawaran biasanya bersumber lewat email. Meskipun terkadang bisa melalui media sosial seperti Facebook atau media komunikasi lainnya seperti WhatsApp dan BlackBerry Messenger. Tapi selama ini saya lebih banyak berinteraksi dengan klien melalui email, apalagi jika sudah berupa brief atau data yang dibutuhkan untuk mengerjakan projek.

Bangun tidur, biasanya saya langsung mengecek email. Apakah ada email yang mendatangkan rejeki atau tidak. Email pun saya atur online terus. Email bagi saya adalah pintu pertama kali saya menjalani aktivitas sebagai freelancer sehari-hari. Biasanya juga ada notifikasi dari situs freelancer yang ujung-ujungnya juga ke email. Saya pernah mengalami email saya tidak ada notifikasi selama tiga hari berturut-turut. Eh ternyata ada masalah dengan konfigurasi hosting saya. Saya pun menghubungi penyedia hosting untuk menangani hal tersebut. Dari tiga hari tidak menerima email, banyak sekali pekerjaan yang terlewat. Bahkan, saya harus mem-follow up lebih keras klien yang sudah mengemail saya, namun tidak masuk karena email saya error. Jangan sampai klien merasa kecewa karena tidak mendapat respon dari saya.

Tidak Ada Internet = Tidak Bisa Bekerja

Ciri kedua freelancer adalah mereka sangat ketergantungkan pada koneksi internet. Karena memang freelancer ini kerjanya sangat butuh internet. Coba bayangkan, email butuh internet, cari inspirasi butuh internet, cari solusi dari masalah yang muncul saat bekerja juga butuh internet, komunikasi dengan klien juga butuh internet, upload hasil kerja juga butuh internet. Jadi, jika internet tiba-tiba mati, maka pekerjaan berhenti seketika. Untuk itulah, punya koneksi internet yang mumpuni bagi seorang freelancer adalah sebuah kewajiban. Saya sangat merasakan perbedaan saat saya masih menggunakan internet dengan langganan paket internet operator telco dengan internet rumahan. Internet rumahan membuat saya semakin nyaman dalam bekerja. Walaupun saya tetap harus berlangganan paket internet operator telco jika saya tidak sedang di rumah.

Sulitnya Membagi Waktu Kerja

Saya rasa ini bukan saya saja yang mengalaminya. Menjadi freelancer harus bisa membagi waktu kerja dengan waktu yang digunakan untuk aktivitas lainnya. Freelancer juga manusia. Dia juga harus mengerjakan pekerjaan rumah seperti manusia kebanyakan. Freelancer harus mencuci baju, menjemur baju masak sendiri, menyetrika baju, membersihkan rumah, dan masih banyak lainnya. Apalagi jika sudah menikah, harus menemani istri belanja, membantu menjemur baju, dan harus meluangkan waktu untuk bermain dengan anak dan istri. Kerja sih kerja, tapi keluarga juga harus dipenuhi hak-haknya.

Pakai Baju Seadanya, Rambut Biasanya Gondrong

Freelancer adalah manusia yang sangat cuek dengan penampilan. Apalagi ketika pekerjaan menumpuk dengan deadline yang dekat secara bertubi-tubi. Kadang mandi pun hanya sekali dalam sehari. Bahkan tidak sedikit freelancer yang lupa mandi. Saya sendiri pernah tidak mandi selama tiga hari. Ternyata itu masih lebih mending dibandingkan rekor teman saya yang tidak mandi selama seminggu. Dan itu adalah hal biasa. Namun, ketika bertemu dengan klien secara tatap muka, freelancer biasanya langsung jadi melek fashion.

Dia harus pake baju yang bagus, penampilan bagus. Biasanya rambut gondrong tak terurus, jika akan bertemu klien maka dia akan segera pangkas rambut. Untuk memperbaiki penampilan, biasanya freelancer langsung cari barang-barang di toko fashion pria secara online di MatahariMall. Fashion tergantung klien yang dihadapi. Jika ketemu dengan orang-orang birokrasi, pakai baju batik menjadi pilihan. Namun, jika bertemu dengan pengusaha swasta yang bergerak di bidang kreatif, maka cukup pakai kaos berkerah yang nyaman dipakai namun tetap terkesan formal.

Itulah empat hal yang sudah menjadi keseharian seorang freelancer. Jika kamu seorang freelancer setidaknya kamu punya kemiripan dengan apa yang saya jelaskan. Atau mungkin kamu lebih parah lagi? Semoga saja tidak.

Program Afiliasi

Sebagai freelancer, Anda juga bisa mencoba tawaran program afiliasi platform dr.cash. Dr.cash merupakan sebuah platform program afiliasi berbasis CPA terbesar di dunia. Dr.cash fokus pada kategori kesehatan dan kecantikan (health & beauty).

Webmaster atau marketer yang bergabung dengan dr.cash, bisa memilih produk dan mulai mengiklankannya. Webmaster atau marketer akan memperoleh komisi ketika prospek penjualan produk dari dr.cash mengalami pertumbuhan.

Besaran komisi pada Affiliate Marketing dr.cash ini ditetapkan langsung oleh pihak pengiklan. Saat ini, dr.cash sedikitnya menyediakan lebih dari 2400 penawaran pada program afiliasi.

Terkait pembayaran, dr.cash menerapkan payout minimum sebesar $50 lewat paypal dan paxum. Dan minimum payout sekitar $1500 untuk transfer melalui bank. Cari tahu detailnya dengan bergabung di dr.cash!